Sabtu, 21 Juli 2012

SEJARAH KAMERA

YULIA FARKHA


1. Kamera SLR, singkatan dari Single Lens Reflek. Ini kamera jaman dahulu. Masih menggunakan film sebagai media penyimpan foto. Maksudnya Single Lens Reflek adalah foto yang nampak di viewfinder berasal dari lensa. Jadi klo lensanya ditutup, gak mungkin kelihatan yang ada di depan lensa. Mereknya bermacam-macam. Mulai dari Nikon, Olimpus, Hasselbald, Leica, serta yang lainnya.
2. Kamera DSLR, singkatan dari Digital Single Lens Reflek. Ini kamera jaman modern ini. Penyempurnaan dari SLR yang mengganti film dengan sensor digital dan kartu memori untuk media penyimpanan. Bentuknya lebih besar dari kamera SLR. Terdapat LCD untuk mengatur kamera. Pengaturan pada SLR manual menggunakan tombol putaran, pada SLR ini diganti menjadi grid-grid yang bisa diputar atau menggunakan setingan di LCD.
3. Kamera Pocket. Sering disebut Kamera saku, kamdig (kamera digital). Sama seperti DSLR pada media penyimpanan, menggunakan kartu memori. Yang membedakan adalah ukuran lensa yang relatif kecil dan seolah seperti lensa fix-nya SLR atau DSLR. Maksudnya jika nge-zoom maka hasil gambar akan pecah, atau kurang jelas seperti aslinya. Itu jika menggunakan digital zoom, jika optical zoom lebih baik sehingga tidak terlalu pecah hasil fotonya. Biasanya kamera saku ini mengambil gambar menggunakan LCD. Jadi tinggal melihat di layar dan jika sudah cocok langsung jepret. Kelemahannya adalah batere cepat habis jika kita menggunakan modus ini. Kelemahan lain terletak pada viewfindernya yang memiliki kesalahan melihat. Apa yang dilihat tidak sesuai dengan yang lensa dan kamera lihat. Ini karena viewfinder jaraknya bersebelahan dengan lensa. Sedangkan pada DSLR dan SLR sangat tepat karena lubang viewfinder ini digabung dengan lensa menggunakan cermin penta prisma.
4. Kamera HP. Kamera ini mulai dari VGA hingga sekarang yang sudah ber-mega-mega pixel. Media penyimpanan menggunakan kartu memori juga. Lensanya sangat kecil karena merupakan lensa fix sebenarnya. Sedangkan zoom yang digunakan adalah zoom digital. Yaitu memotong gambar sehingga akan lebih blur dari aslinya jika tanpa zoom. Cara memotretnya juga melihat langsung pada layar HP lalu jepret. Pengaturan semua berasal dari layar HP itu sendiri. Sebaik-baik kualitas gambar kamera HP bahkan yang ber-Mega pixel besar, masih tetap bagus kualitas kamera saku atau DSLR yang ber-megapixel lebih kecil. Ini karena sensor yang digunakan berbeda.
5. Kamera medium format. Ini kamera yang digunakan untuk mencetak foto yang ukurannya mencapai billboard, papan iklan, atau poster. Ukuran yang besar tentu membutuhkan lebih besar lagi megapixel. Dalam medium format medium penyimpanan ada yang masih menggunakan kaca, ada juga yang menggunakan sensor digital. Bahkan ada yang menggunakan film juga. Semua tergantung pada minat masing-masing fotografer.
6. Kamera large format. Ini kamera yang menghasilkan ukuran gambar lebih jelas dan lebih besar dari medium format. Misal untuk pencetakan bermeter-meter ukurannya. Untuk menjaga kualitas foto maka digunakanlah kamera ini. Biasanya digunakan oleh fotografer yang membuat iklan. Tapi pada zaman sekarang juga sudah ada penanding large format ini dari DSLR yang berukuran megapixel besar.
Itu kamera yang ada pada satu abad ini. Tidak disebutkan kamera yang ada pada awal dulu karena sekarang jarang digunakan lagi. Semoga apa yang saya tulis memberikan manfaat pada pembaca.

Sejarah Kamera Lomo

Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation) merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia; yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk lensa mikroskop), alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Meski lahir di Rusia, perkembangan kamera Lomo jauh lebih pesat di Austria. Di Austria perkembangan Lomografi sangatlah pesat karena lomografi merupakan suatu trademark komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi yaitu Lomographische AG. Lomografi dapat kita sebut dengan seni kreasi murni karena kita dapat memotret suatu obyek dengan kamera manual yang apa adanya. Meskipun alat ini masih tergolong berteknologi sederhana, namun kita dapat menghasilkan foto yang unik dan berbeda dari foto pada umumnya.


Sejarah Lomo
Pada awalnya Michail Panfilowitsch Panfiloff, salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical, pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet, segera meneliti kamera yang diberikan oleh Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky, orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet yang diketahui benda tersebut berasal dari Jepang. Setelah diteliti, keduanya sepakat kamera ini patut ditiru dan dikembangkan desainnya. Dengan tujuan kamera tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Uni Soviet. Maka pada tahun 1982 mereka membuat Lomo Kompakt Automat. Kamera jenis ini lebih dikenal dengan nama Lomo LC-A. Kamera tersebut diproduksi dengan cepat dan terjual habis. Diperkirakan penyebarannya pun sampai Vietnam, Kuba dan Jerman Timur, sampai ke pelesir Laut Hitam. Namun berakhirnya era komunis menyebabkan Lomo mati suri. Pada tahun 1991, dua mahasiswa Vienna, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger menemukan kembali adanya Lomo LC-A di daratan Praha, Ceko. Kamera Lomo LC-A yang mereka temukan itu betul-betul tak terurus. Kotor dan kusam,dan baterainya harus diimpor dari Asia. Rentang waktu 1992 – 1993, menjadi waktu penting atas kebangkitan Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger segera pergi berkeliling dunia. Dengan gigih keduanya mengajak teman, kerabat, bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo. Sampai akhirnya, mereka mendirikan klub pencinta Lomo yaitu The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Pada 1994, Pameran Lomografi pertama kali di gelar di Moskow, Rusia dan New York, Amerika Serikat.


Lomografer dan Perkembangannya

Lomografer adalah sebuah sebutan untuk pengguna kamera Lomo dan juga untuk orang-orang yang menyukai Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger merupakan dua mahasiswa Austria yang dengan gigih memperkenalkan dan mengajak kerabat dan bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo, sehingga lama-kelamaan semakin banyak orang yang ingin menggunakan kamera Lomo. Sampai akhirnya mereka mendirikan klub pencinta Lomo, The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Saat ini, klub tersebut menampung lebih dari 500.000 pengguna setia Lomo, termasuk di Indonesia.

Setelah beberapa pameran Lomo digelar, banyak orang yang semakin tertarik dan ikut menggunakan Lomo. Lomografi pun segera menyebar ke mana-mana. Saat ini, pengguna Lomo dapat ditemukan 60 lokasi dari lima benua dan kini telah terdapat 88 perkumpulan Lomo di seluruh dunia.

Teknik Lomografi
Lomografi adalah sebuah fenomena dalam fotografi. Lomografi menabrak segala aturan yang ada, meninggalkan aturan-aturan baku dalam fotografi. Lomografi memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll. Lomo itu bebas kita dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat. Untuk sementara tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.

10 Tips Memotret dengan Kamera Lomo

1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime - day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don't think.
Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be fast.
Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.
Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don't have to know afterwards, either.
Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don't worry about the rules.
Jangan khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat anda menggunakan kamera Lomo.

Jenis-jenis Kamera Lomografi:
Spoiler for 1:
Lomographic ActionSampler


Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.


Spoiler for 2:
Lomographic Colorsplash Camera


Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari   

Jumat, 11 Mei 2012

 PENTINGNYA KASIH SAYANG


Kasih sayang merupakan sesuatu yang sangat berharga dan juga kasih sayang tak dapat di beli aatupun di gantikan dengan apapapun.
Kasih sayang sangatlah penting, baik dari orang tua, teman, sahabat, saudara, someone atau siapapun.
Betapa hampa dan sedih hati ini jika tak ada seorangpun yang memberikan kasih sayang nya kepada kita atau tak sedikitpun kasih sayang yg kita terima.
Karena kasih sayanglah yg memberikan warna dalam kehidupan kita.
Maka dari itu jangan sampai orang di sekitar kita kekurangan kasih sayang.
Karena betapa sakit orang yg tak pernah merakan kasih sayang.
Untuk marilah kita saling menyayangi satu sama lain.
Dan tak memandang siapapun orang itu berhak kita sayangi.
Karena kita tak tau apa yg ada dalam hati orang itu.
Sedih, gembira, senang, kita tak tau itu.
Bagai semut yg tertutup di bawah batu yg tak terlihat oleh siapapun.

Senin, 07 Mei 2012

Biografi LAST CHILD


 

Last Child 
Grup 
Jakarta, 2006













Biografi :

PERSONAL
Last Child terbentuk pada tanggal 11 Januari 2006 dari trio Virgoun (vokal & gitar), Dimas (bass & vokal), dan Ari (drum). Mereka kemudian tampil kuartet sejak Juli 2009, dengan merekrut Yodi (gitar) untuk memperkaya eksplorasi musik mereka.

Nama Last Child sendiri sebenarnya tidak mempunyai arti special. Awal mereka membentuk band ini, usia mereka memang masih kecil. Mereka mengikuti audisi band, dan tak disangka-sangka, mereka bisa lolos. Dari situ kemudian mereka bertekad untuk meneruskan Last Child dengan serius. Band ini merupakan band yang menjadikan Blink 182 sebagai influence mereka.

Last Child mengalami beberapa kali pergantian personil. Ari dan Yodi keluar dari band, sehingga formasi terakhir saat mereka menggarap album studio pertama mereka tahun 2012 adalah Virgoun (vokal & gitar), Dimas (bass & vokal), Rahmat (gitar), dan Rizki (drum).


KARIR  :
Setelah merilis mini album GROW UP secara swadaya pada tahun 2001, kemudian pada 2008, di bawah bendera Fake Records mereka unjuk gigi dengan album berjudul EVERYTHING WE ARE EVERYTHING. Album ini melahirkan single hits Diary Depresiku, Pedih, dan Kembali.

Hingga April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends, sebutan untuk fans mereka, secara rutin berinteraksi di www.facebook.com/lastchild. Dan berkat kesetiaan Last Friends pula, RBT Last Child dari album EVERYTHING WE ARE EVERYTHING, menembus angka lebih dari 300,000 download. Sungguh sebuah angka yang fenomenal bagi sebuah band indie yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.

Di bawah naungan label Dr. M, lagu Diary Depresiku kemudian dimastering ulang oleh Jemi Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), jebolan Berklee College of Music, USA.

Setelah sukses dengan single Diary Depresiku, Pedih, dan Percayalah itu, Last Child kemudian merilis album OUR BIGGEST THING EVER, di bawah label Dr. M. Album ini merupakan studio perdana Last Child yang dirilis pada 25 Januari 2012. Dalam album ini, mereka juga merangkul Gisel, salah satu jebolan INDONESIAN IDOL di lagu Seluruh Nafas Ini.


DISKOGRAFI :

GROW UP (2001)
EVERYTHING WE ARE EVERYTHING (2008)
OUR BIGGEST THING EVER (2012)


PERSONIL :

VIRGOUN

Nama Asli: Virgoun Teguh Putra
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 16 September 1986
Tinggi/Berat Badan: 183 cm/93 kg
Ukuran Sepatu: 44 cm
Ukuran Celana: 36
Hobby: Musik
Phobia: Kecoa
Aktris/Aktor Favorit: Tom Delonge, Martin Jhonson, Travis Clark
Band/Musisi Favorit: Paramore, Mayday Parade, Boys Like Girls, We The Kings
Film Favorit: 300, SO FIRST DATE, BAND OF BROTHERS
Album Favorit: RIOT, ANYWHERE BUT HERE
Posisi di Band: Vokal, gitar
Facebook/Twitter: gonz.tambunan@yahoo.com/@lcvirgoun


RAHMAT
Nama Asli: Rahmat Firdaus
Tempat/Tanggal Lahir: Depok, 11 September 1984
Nama Istri: Aprilia Ramadhani
Tinggi/Berat Badan: 175 cm/75 kg
Ukuran Sepatu: 43 cm
Ukuran Celana: 32
Phobia: Binatang melata
Aktris/Aktor Favorit: Johnny Depp
Band/Musisi Favorit: Extreme
Film Favorit: THE GODFATHER
Album Favorit: PORNOGRAPHITY
Posisi di Band: Gitar
Facebook/Twitter: @mamielc

DIMAS
Nama Asli: Dimas Rangga
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 13 Juli 1988
Tinggi/Berat Badan: 180 cm/55 kg
Ukuran Sepatu: 42 cm
Ukuran Celana: 30
Hobby: Photography, Sepak Bola
Phobia: Ketinggian
Aktris/Aktor Favorit: Angelina Jolie
Band/Musisi Favorit: Paramore, Blink 182, We The Kings
Film Favorit: 300
Album Favorit: TAKE OFF YOUR PANTS AND JACKET (Blink 182)
Posisi di Band: Bassist
Facebook/Twitter: Dimas.Rangga II/@dhimazLC

RIZKI
Nama Asli: Abdul Jamil Rizki
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 03 Agustus 1990
Tinggi/Berat Badan: 168 cm/58 kg
Ukuran Sepatu: 40 cm
Ukuran Celana: 28/30
Hobby: Main Musik (Drum) / Olahraga (Bola)
Phobia: Ular
Aktris/Aktor Favorit: Johnny Depp, Danzel Washington, Alpacino
Band/Musisi Favorit: Boys Like Girls, All Time Low, Paramore, Jet
Film Favorit: INCEPTION, TRANSPORTER, WARKOP
Album Favorit: CHUCK (Sum 41)
Posisi di Band: Drummer
Facebook/Twitter: ipank.crunchy@hotmail.com/@ipankkiki

Jumat, 04 Mei 2012

http://www.myspace.com/lastchild3

Last Child Band Indie Asal Indonesia


Last Child adalah band yang berasal dari Indonesia.
Band yang dibentuk awal tahun 2006 ini beranggotakan
Virgoun (vokal/gitar)
Dhimaz (bass)
Yodi (gitar)
Ary Ceper (drum)
Yang bergabung dalam Last Child.
Punk adalah inti musiknya. Dulu mereka sering memainkan old school punk. mereka memainkan musik yang notabenenya proggressive punk’pop becoming power pop
yang menjadi influence ini diantaranya : Blink 182, MXPX, Angels and Airwaves, Rancid, Green Day, We the Kings, dan banyak lagi.
Seiring berjalannya waktu referensi musik mereka semakin bertambah.
Mereka juga tidak segan memasukkan unsur
synthesizer di beberapa lagu.
Itu yang membuat musik yang mereka mainkan lebih berwarna”. Menurut salah satu personil Last Child

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguhUa3qqyGLvaqtvZ3eObJ1mD-XAtKXgwTDW9Q3xAL0lJK6jhmZtVD-ZuwZWBm3nOCEL4TEVeZR51p786kUo7DChdrN8rVXHbs-kZr6MGe_KbhOPVuOghqRCnxqpsFXMsSLdt6IIO7OAM/s1600/child-bens.jpg

LAST CHILD

LAST CHILD

Twitter